Senin, 16 Mei 2016

SIfat Bahan Kristal

Sifat Bahan Kristal
1. Aluminium
Sifat fisika:
a. Fase : solid
b. Massa jenis : 2,7 g/cm3
c. Titik lebur : 660,32 C
d. Titik didih : 2519 C
Sifat kimia:
a. Nama, lambang, nomor atom: aluminium, Al, 13
b. Jenis unsur: logam lainnya
c. Golongan, periode, blok: 13, 3, p
d. Konfigurasi elektron: [Ne] 3s2 3p1

2. Besi
Sifat fisika:
a. Fase: solid
b. Massa jenis: 7,874 g/cm3
c. Titik lebur: 2800 F
d. Titik didih 5182 F
Sifat kimia:
a. Nama, lambang, nomor atom: Besi, Fe, 26
b. Jenis unsur: logam transisi
c. Golongan, periode, blok: 8, 4, d
d. Konfigurasi elektron: [Ar] 3d6 4s2

3. Aquadest
Sifat fisika:
a. Warna: tidak berwarna
b. Bau: tidak berbau
c. Massa molar: 18,0153 g/mol
d. Densitas 0,998 g/cm3
e. Titik lebur 0 C
f. Titik didih 100 C
Sifat kimia:
a. Rumus kimia: H20
b. Jenis ikatan: kovalen
c. Jenis zat: pelarut murni
d. Tekanan 100 KPa

Kamis, 12 Mei 2016

Sifat Bahan Kompleksometri

II.2. Sifat Bahan
1. Kalium Hidroksida
● Rumus molekul KOH
● Padatan putih
● Massa molar 56,11 g/mol
● Titik didih 1320oC
● Titik lebur 406oC
● Merupakan basa kuat
● Fungsi : Sebagai pengatur pH
(Dewangga, 2016)

2. Kalium Sianida
● Rumus molekul KCN
● Berwarna ungu tidak berbau
● Massa molar 158,03 g / mol
● Densitas 1,52 g/cm3
Mudah larut dalam methanol, acetone
● Larut dalam sulfuric acid
● Fungsi : Sebagai pereagen
(Dewangga, 2016)

3. Indikator EBT
● Rumus molekul C20H12N3O7SNa
● Berupa serbuk hitam gelap / coklat
● Massa molar 461,381 g / mol
Mudah terbakar pada suhu tinggi
Non-korosif di hadapan kaca
● Memiliki stabilitas yang stabil
● Fungsi : Sebagau indikator
(Dewangga, 2016)

4. Mg EDTA
● Rumus molekul Mg-C10H16N2O8
● Berupa kristal padat berwarna putih
● Massa molar 316,24 g / mol
Berat jenis 860 mg/ml
Mudah terbakar pada suhu tinggi
● Larut dalam air dingin
● Fungsi : Sebagai titran pada proses penetapan kadar CaO dalam batu kapur
(Dewangga, 2016)

5. Na2EDTA
● Rumus molekul Na2-C10H16N2O8
● Berupa kristal padat putih
● Massa molar 338,24 g / mol
Berat jenis 860 mg/ml
● Reaktif dengan agen oksidasi dan logam
● Memiliki stabilitas yang stabil
● Fungsi : Sebagai titran yang merubah warna larutan dari merah anggur menjadi biru terang dan sebagai zat pembentuk kompleks
(Dewangga, 2016)

6. Asam Klorida
● Rumus molekul HCl
● Berupa cairan tidak berwarna
● Densitas 1,18 g/cm3
● Titik lebur -27,32oC
● Titik didih 110oC
● Merupakan asam kuat
● Larut dalam air
● Fungsi: Untuk melarutkan residu larutan sampel yang telah dicampur dengan HCl dan diuapkan sampai kering
(Dewangga, 2016)

7. Aquadest
● Rumus molekul H2O
● Berupa cairan tidak berwarna
● Massa molar 18.0153 g/mol
● Densitas 0.998 g/cm³
● Titik lebur 0oC
● Titik didih 1000C
● Tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom
    oksigen
● Fungsi: Sebagai zat pelarut dan pengencer

(Dewangga, 2016)

Minggu, 08 Mei 2016

Sifat Bahan Argento-permanganometri

II.2. Sifat Bahan
1. Perak Nitrat
● Rumus molekul AgNO3
● Berupa padatan putih
● Massa molar 169,87 g/mol
● Densitas 4,35 g/cm3
● Larut dalam etanol dan aseton
● Fungsi : Sebagai larutan standar sekunder
(Dewangga, 2016)

2. Natrium Klorida
● Rumus molekul NaCl
● Berupa kristal putih
● Massa molar 58,44 g/mol
● Densitas 2,16 g/cm3
● Titik lebur 801oC
● Titik didih 1465oC
● Larut dalam air
● Memiliki tingkat osmotik yang tinggi
● Fungsi : Sebagai larutan baku primer
(Dewangga, 2016)

3. Kalium Kromat
● Rumus molekul K2CrO4
● Berupa serbuk kuning
● Massa molar 194.19 g/mol
● Densitas 2,732 g/cm3
● Titik lebur 968oC
● Titik didih 1000oC
● Larut dalam air
● Beracun dan tidak larut dalam alkohol
● Fungsi : Sebagai indikator
(Dewangga, 2016)

4. Natrium Oksalat
● Rumus molekul Na2C2O4
● Berupa kristal putih
● Massa molar 133,999 g/mol
● Densitas 2,34 g/cm3
● Titik lebur 260oC
● Larut dalam asam formiat
● Tidak larut dalam alkohol dan eter
● Fungsi : Sebagai larutan standar primer
(Dewangga, 2016)

5. Asam Sulfat
● Rumus molekul H2SO4
● Berupa cairan higroskopis, berminyak, tak berwarna, dan tak berbau
● Massa molar 98,08 g/mol
● Densitas 1,84 g/cm3
● Titik lebur 10 °C
● Titik didih 337 °C
● Merupakan asam kuat
● Asam sulfat terbentuk secara alami melalui oksidasi mineral sulfida
● Fungsi: Sebagai pencipta suasana asam dan untuk mengikat air yang akan
   dipanaskan supaya menguap
(Dewangga, 2016)

6. Timah (II) Klorida
● Rumus molekul SnCl2
● Berupa padatan kristal putih
● Massa molar 189,6 g/mol
● Densitas 3,95 g/cm3
● Titik lebur 247oC
● Titik didih 623oC
● Terhidrolisis dalam air panas
● Larut dalam aseton
● Fungsi : Sebagai pereduksi
(Dewangga, 2016)

7. Merkuri (II) Klorida
● Rumus molekul HgCl2
● Berupa padatan putih
● Massa molar 271,52 g/mol
● Densitas 5,43 g/cm3
● Titik lebur 276oC
● Titik didih 304oC
● Larut dalam alkohol dan aseton
● Sedikit larut dalam benzena
● Fungsi : Untuk mengoksidasi kelebihan SnCl2
(Dewangga, 2016)

8. Asam Nitrat
● Rumus molekul HNO3
● Cairan bening tidak berwarna
● Densitas 1,51 g/cm3
● Massa molar 63,012 g/mol
● Titik didih 120,5oC
● Asam nitrat merupakan asam kuat
● Di dalam  air, asam nitrat terdisosiasi menjadi ion-ionnya, yaitu NO3- dan
    H3O+
● Fungsi: Sebagai oksidator
(Dewangga,2016)
9. Kalium Permanganat
● Rumus molekul KMnO4
● Berupa padatan berwarna ungu gelap
● Massa molar 158,034 g/mol
● Densitas 2,703 g/cm3
● Titik lebur 240oC
● Terurai dalam alkohol
● Terurai dalam pelarut organik
● Fungsi : Sebagai larutan standar sekunder
(Dewangga, 2016)

10. Aquadest
● Rumus molekul H2O
● Berupa cairan tidak berwarna
● Massa molar 18.0153 g/mol
● Densitas 0.998 g/cm³
● Titik lebur 0oC
● Titik didih 1000C
● Tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom
    oksigen
● Fungsi: Sebagai zat pelarut
(Dewangga, 2016)

11. Indikator Fluorescein
● Rumus molekul C20H12O5
● Berupa serbuk orange kemerahan
● Massa molar 332,31 g/mol
● Densitas 1,602 g/cm3
● Titik lebur 316oC
● Sedikit larut dalam air
● Sedikit larut dalam alkohol
● Fungsi : Sebagai indikator
(Dewangga, 2016)

12. Ferri Ammonium Sulfat
● Rumus molekul FeNH4(SO4)2
● Berupa kristal berwarna violet
● Massa molar 482,25 g/mol
● Densitas 1,71 g/cm3
● Titik lebur 41oC
● Larut dalam air
● Fungsi : Sebagai pereaksi
(Dewangga, 2016)

13. Ammonium thiocyanate
● Rumus molekul NH4CNS
● Kristal padat higroskopis tidak berwarna
● Massa molar 76.122g/mol
● Densitas 1.305 g/cm3
● Titik lebur 149.5 °C
● Titik didih 170 °C
● Larut dalam liquid ammonia, alcohol, dan acetone
● Beracun
● Fungsi: Sebagai titran untuk menentukan kadar Cl- dengan metode Volhard
(Dewangga, 2016)

14. Asam Klorida
● Rumus molekul HCl
● Berupa cairan tidak berwarna
● Densitas 1,18 g/cm3
● Titik lebur -27,32oC
● Titik didih 110oC
● Merupakan asam kuat
● Larut dalam air
● Fungsi: Sebagai pereaksi

(Dewangga, 2016)

Kamis, 28 April 2016

Sifat Bahan Iodometri

II.2. Sifat Bahan
1. Aquadest
● Rumus molekul H2O
● Berupa cairan tidak berwarna
● Massa molar 18.0153 g/mol
● Densitas 0.998 g/cm³
● Titik lebur 0oC
● Titik didih 1000C
● Tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom
    oksigen
● Fungsi: Sebagai zat pelarut

2. Asam Klorida
● Rumus molekul HCl
● Berupa cairan tidak berwarna
● Densitas 1,18 g/cm3
● Titik lebur -27,32oC
● Titik didih 110oC
● Merupakan asam kuat
● Larut dalam air
● Fungsi: Sebagai pereaksi dan untuk mengasamkan atau menurunkan kebasaan
   larutan

3. Kalium Iodida
● Rumus molekul KI
● Berupa padatan kristal putih
● Massa molar 166,0028 g/mol
● Densitas 3.123 g/cm3
● Titik lebur 681oC
● Titik didih 1330oC
● Larut dalam air dan aseton
● Sedikit larut dalam amonia
● Fungsi: Untuk memperbesar kelarutan I2 yang sukar larut dalam air dan untuk
   mereduksi analit sehingga bisa dijadikan standarisasi

4. Indikator Amilum
● Rumus molekul (C6H10O5)n
● Berupa bubuk putih
● Densitas: 1,5 gr/ml
● Tidak berasa dan tidak berbau
● Tidak larut dalam air
● Merupakan karbohidrat kompleks
● Fungsi : sebagai indikator asam basa

5. Natrium Tiosulfat
● Rumus molekul Na2S2O3
● Berupa kristal putih
● Tidak berbau
● Densitas 1,667 g/cm3
● Titik lebur 48,3oC
● Titik didih 100oC
● Merupakan suatu bahan kristal monoklinik
● Fungsi: Sebagau larutan baku sekunder

6. Kalium Dikromat
● Rumus molekul K2Cr2O7
● Berupa padatan kristal berwarna jingga
● Massa molar 294,185 g/mol
● Densitas 2.676 g/cm3
● Titik lebur 398oC
● Titik didih 500oC
● Merupakan agen pengoksidasi dalam kimia organik
● Tidak larut dalam alkohol
● Fungsi : Sebagai larutan standar primer dan untuk menentukan kadar Cu2+

7. Ammonium Hidroksida
● Rumus molekul NH4OH
● Berupa cairan tidak berwarna
● Massa molar 35.04 g/mol
● Densitas 0.91 g/cm3
● Titik lebur −57.5 °C
● Titik didih 27 °C
● Merupakan basa kuat
● Fungsi: Untuk menurunkan kadar keasaman dan membasakan suatu larutan

8. Asam Sulfat
● Rumus molekul H2SO4
● Berupa cairan higroskopis, berminyak, tak berwarna, dan tak berbau
● Massa molar 98,08 g/mol
● Densitas 1,84 g/cm3
● Titik lebur 10 °C
● Titik didih 337 °C
● Merupakan asam kuat
● Asam sulfat terbentuk secara alami melalui oksidasi mineral sulfida
● Fungsi: Untuk mengasamkan dan menurunkan kebasaan suatu larutan

Senin, 25 April 2016

Sifat Bahan Koloid

Sifat bahan

A. Minyak Goreng
Sifat fisik:
1. Memiliki bau amis
2. Titik didih meningkat seiring bertambahnya rantai karbon
3. Berupa cairan berwarna kuning
4. Densitas o,8 g/cm3
Sifat kimia:
1. Tidak larut dalam air
2. Pada reaksi hidrolisa, minyak akan diubah menjadi asam-asam lemak bebas dan gliserol
3. Reaksi oksidasi dapat berlangsung bila terjadi  kontak antara sejumlah oksigen pada minyak atau lemak.

B. Deterjen
Sifat fisik:
1. Rumus molekul C18H19NaO3S
2. Massa molar340-352 g/mol
3. Berupa bubuk berwarna putih atau kuning terang
4. Densitas 0,18g/ml
5. Memiliki pH 7-10,5
Sifat kimia:
1. Nama IUPAC, sodium dedocyl benzene sulphonate
2. Larut dalam air
3. Tidak mudah teroksidasi

C. Benzena
Sifat fisik:
1. Rumus molekul C6H6
2. Berupa cairan tidak berwarna
3. Massa molar 78,1121 g/mol
4. Densitas 0,8786 g/ml
5. Titik lebur 5,5 C
6. Titik didih 80,1 C
Sifat kimia:
1. Mudah terbakar
2. Memiliki bilangan oktan tinggi
3. Benzena merupakan salah satu jenis hidrokarbon aromatik siklik dengan ikatan pi yang tetap

D. Aquadest
Sifat fisik:
1. Rumus molekul H2O
2. Berupa cairan tidak berwarna
3. Massa molar 18,0153 g/mol
4. Densitas 0,998 g/cm3
5. Titik lebur 0 C
6. Titik didih 100 C
Sifar kimia:
1. Tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen
2. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat dibawah tekanan dan temperatur standar.
3. Merupakan pelarut universal.

Kamis, 21 April 2016

Sifat Bahan Asidi-alkalimetri


1. Indikator PP
Rumus molekul C20H14O4
● Berupa serbut putih
● Massa molar 318.32 g/mol
● Densitas 1,277 g/cm3
● Mudah larut dalam air
● Tidak larut dalam benzena
● Sangat mudah larut dalam etanol dan eter
● Fungsi : Sebagai indikator untuk proses titrasi (Dewangga, 2016)

2. Indikator Metil Orange
● Rumus molekul C14H14N3NaO3S
● Berupa padatan
● Massa molar 327.33 g/mol
● Densitas 1,28 g/cm3
● Titik lebur >300oC
● Metil jingga memiliki pHa 3,47 dalam air pada 25 °C (77 °F)
● Dalam larutan yang agak asam, metil jingga berubah dari merah menjadi jingga
    dan akhirnya menjadi kuning
● Fungsi : Sebagai indikator untuk proses titrasi (Dewangga, 2016)

3. Asam Klorida
● Rumus molekul HCl
● Berupa cairan tidak berwarna
● Densitas 1,18 g/cm3
● Titik lebur -27,32oC
● Titik didih 110oC
● Merupakan asam kuat
● Larut dalam air
● Fungsi: Sebagai pereaksi untuk proses titrasi (Dewangga, 2016)

4. Natrium Hidroksida
● Rumus molekul NaOH
● Berupa zat padat putih
● Massa molar 39,9971 g/mol
● Densitas 2,1 g/cm³
● Titik lebur 318 °C
● Titik didih 1390 °C
● Merupakan basa kuat
● Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke
   dalam air
● Fungsi: Sebagai reagen dan sebagai pereaksi untuk proses titrasi (Dewangga,
   2016)

5. Na Boraks
● Rumus molekul Na2B4O7·10H2O
● Berupa padatan putih
● Massa molar 381.37 g/mol
● Densitas 1.73 g/cm³
● Titik lebur 743 °C
● Titik didih 1575 °C
● Bersifat antiseptik
● Larut dalam air
● Tidak larut dalam eter
● Fungsi : Sebagai reagen (Dewangga, 2016)

6. Natrium Karbonat
● Rumus molekul Na2CO3
● Berupa padatan putih
● Massa molar 105,99 g/mol
● Densitas 2,54 g/cm3
● Titik lebur 852oC
● Tidak larut dalam etanol dan aseton
● Larut dalam gliserol
● Fungsi : Sebagai reagen (Dewangga, 2016)

7. Kalsium Karbonat
● Rumus molekul CaCO3
● Berupa serbu putih halus
● Massa molar 100.0869 g/mol
● Densitas 2.711 g/cm3
● Titik lebur 825 °C
● Larut dalam air
● Bereaksi dengan asam , melepaskan karbon dioksida
● Fungsi : Sebagai pereaksi (Dewangga, 2016)

8. Aquadest
● Rumus molekul H2O
● Berupa cairan tidak berwarna
● Massa molar 18.0153 g/mol
● Densitas 0.998 g/cm³
● Titik lebur 0oC
● Titik didih 1000C
● Tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom
    oksigen

● Fungsi: Sebagai zat pelarut (Dewangga, 2016)

Selasa, 19 April 2016

Sifat Bahan Kimia

Sifat Bahan
1. Asam Klorida
● Rumus molekul HCl
● Berupa cairan tidak berwarna
● Densitas 1,18 g/cm3
● Titik lebur -27,32oC
● Titik didih 110oC
● Merupakan asam kuat
● Larut dalam air
● Merupakan asam monoprotik, yang berarti bahwa ia dapat terdisosiasi melepaskan satu H+ hanya sekali

2. Aquades
● Rumus molekul H2O
● Berupa cairan tidak berwarna
● Massa molar 18.0153 g/mol
● Densitas 0.998 g/cm³
● Titik lebur 0oC
● Titik didih 1000C
● Tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom
    oksigen
●  Merupakan pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia
Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar


3. Asam Sulfat
● Rumus molekul H2SO4
● Berupa cairan higroskopis, berminyak, tak berwarna, dan tak berbau
● Massa molar 98,08 g/mol
● Densitas 1,84 g/cm3
● Titik lebur 10 °C
● Titik didih 337 °C
● Merupakan asam kuat
● Asam sulfat terbentuk secara alami melalui oksidasi mineral sulfida
Reaksi hidrasi asam sulfat sangatlah eksotermik

4. Fenolftalein
● Rumus molekul C20H14O4
● Berupa serbuk putih
● Massa molar 318.32 g/mol
● Densitas 1,277 g/cm3
● Mudah larut dalam air
● Tidak larut dalam benzena
● Sangat mudah larut dalam etanol dan eter

5. Etil Asetat
● Rumus molekul C4H8O2
● Berupa cairan tidak berwarna
● Beraroma seperti buah
● Densitas 0,902 g/cm3
● Larut dalam etanol dan benzena
● Etil asetat dapat dihidrolisis pada keadaan asam atau basa menghasilkan asam asetat dan etanol kembali
● Larut dalam aseton

6. Asam Asetat
● Rumus molekul CH3COOH
● Berupa cairan tidak berwarna
● Massa molar 60.05  g/mol
● Densitas 1,049 g/cm3
● Titik lebur 289 sampai 290 K
● Titik didih 391 sampai 392 K
● Larut dalam air
● Asam asetat mengalami reaksi-reaksi asam karboksilat
● bersifat korosif terhadap banyak logam

7. Natrium Hidroksida
● Rumus molekul NaOH
● Berupa zat padat putih
● Massa molar 39,9971 g/mol
● Densitas 2,1 g/cm³
● Titik lebur 318 °C
● Titik didih 1390 °C
● Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke
   dalam air
● Natrium Hidroksida terbentuk dari oksida basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air
● Merupakan basa kuat