Sifat Bahan Kristal
1. Aluminium
Sifat fisika:
a. Fase : solid
b. Massa jenis : 2,7 g/cm3
c. Titik lebur : 660,32 C
d. Titik didih : 2519 C
Sifat kimia:
a. Nama, lambang, nomor atom: aluminium, Al, 13
b. Jenis unsur: logam lainnya
c. Golongan, periode, blok: 13, 3, p
d. Konfigurasi elektron: [Ne] 3s2 3p1
2. Besi
Sifat fisika:
a. Fase: solid
b. Massa jenis: 7,874 g/cm3
c. Titik lebur: 2800 F
d. Titik didih 5182 F
Sifat kimia:
a. Nama, lambang, nomor atom: Besi, Fe, 26
b. Jenis unsur: logam transisi
c. Golongan, periode, blok: 8, 4, d
d. Konfigurasi elektron: [Ar] 3d6 4s2
3. Aquadest
Sifat fisika:
a. Warna: tidak berwarna
b. Bau: tidak berbau
c. Massa molar: 18,0153 g/mol
d. Densitas 0,998 g/cm3
e. Titik lebur 0 C
f. Titik didih 100 C
Sifat kimia:
a. Rumus kimia: H20
b. Jenis ikatan: kovalen
c. Jenis zat: pelarut murni
d. Tekanan 100 KPa
Senin, 16 Mei 2016
Kamis, 12 Mei 2016
Sifat Bahan Kompleksometri
II.2. Sifat Bahan
1. Kalium Hidroksida
● Rumus molekul
KOH
● Padatan putih
● Massa molar
56,11 g/mol
● Titik didih
1320oC
● Titik lebur
406oC
● Merupakan basa
kuat
● Fungsi :
Sebagai pengatur pH
(Dewangga, 2016)
2. Kalium Sianida
● Rumus molekul
KCN
● Berwarna ungu
tidak berbau
● Massa molar
158,03 g / mol
● Densitas 1,52
g/cm3
● Mudah larut dalam methanol, acetone
● Larut dalam
sulfuric acid
● Fungsi : Sebagai
pereagen
(Dewangga, 2016)
3. Indikator EBT
● Rumus molekul C20H12N3O7SNa
● Berupa serbuk
hitam gelap / coklat
● Massa molar
461,381 g / mol
● Mudah
terbakar pada suhu tinggi
● Non-korosif
di hadapan kaca
● Memiliki
stabilitas yang stabil
● Fungsi :
Sebagau indikator
(Dewangga, 2016)
4. Mg EDTA
● Rumus molekul Mg-C10H16N2O8
● Berupa kristal padat
berwarna putih
● Massa molar 316,24 g /
mol
● Berat jenis 860
mg/ml
● Mudah
terbakar pada suhu tinggi
● Larut dalam
air dingin
● Fungsi :
Sebagai titran pada proses penetapan kadar CaO dalam batu kapur
(Dewangga, 2016)
5. Na2EDTA
● Rumus molekul Na2-C10H16N2O8
● Berupa kristal
padat putih
● Massa molar 338,24 g /
mol
● Berat jenis 860
mg/ml
● Reaktif dengan
agen oksidasi dan logam
● Memiliki
stabilitas yang stabil
● Fungsi : Sebagai
titran yang merubah warna larutan dari merah anggur menjadi biru terang dan
sebagai zat pembentuk kompleks
(Dewangga, 2016)
6. Asam Klorida
● Rumus molekul
HCl
● Berupa cairan
tidak berwarna
● Densitas 1,18
g/cm3
● Titik lebur
-27,32oC
● Titik didih
110oC
● Merupakan asam
kuat
● Larut dalam
air
● Fungsi: Untuk
melarutkan residu larutan sampel yang telah dicampur dengan HCl dan diuapkan
sampai kering
(Dewangga, 2016)
7. Aquadest
● Rumus molekul
H2O
● Berupa cairan
tidak berwarna
● Massa molar 18.0153
g/mol
● Densitas 0.998
g/cm³
● Titik lebur 0oC
● Titik didih
1000C
● Tersusun atas
dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom
oksigen
● Fungsi:
Sebagai zat pelarut dan pengencer
(Dewangga, 2016)
Minggu, 08 Mei 2016
Sifat Bahan Argento-permanganometri
II.2. Sifat Bahan
1. Perak Nitrat
● Rumus molekul
AgNO3
● Berupa padatan
putih
● Massa molar
169,87 g/mol
● Densitas 4,35
g/cm3
● Larut dalam
etanol dan aseton
● Fungsi :
Sebagai larutan standar sekunder
(Dewangga, 2016)
2. Natrium Klorida
● Rumus molekul
NaCl
● Berupa kristal
putih
● Massa molar
58,44 g/mol
● Densitas 2,16
g/cm3
● Titik lebur
801oC
● Titik didih
1465oC
● Larut dalam
air
● Memiliki
tingkat osmotik yang tinggi
● Fungsi :
Sebagai larutan baku primer
(Dewangga, 2016)
3. Kalium Kromat
● Rumus molekul
K2CrO4
● Berupa serbuk
kuning
● Massa molar
194.19 g/mol
● Densitas 2,732
g/cm3
● Titik lebur
968oC
● Titik didih
1000oC
● Larut dalam
air
● Beracun dan
tidak larut dalam alkohol
● Fungsi : Sebagai
indikator
(Dewangga, 2016)
4. Natrium Oksalat
● Rumus molekul
Na2C2O4
● Berupa kristal
putih
● Massa molar
133,999 g/mol
● Densitas 2,34 g/cm3
● Titik lebur 260oC
● Larut dalam asam formiat
● Tidak larut dalam alkohol dan eter
● Fungsi : Sebagai larutan standar
primer
(Dewangga, 2016)
5.
Asam Sulfat
● Rumus molekul H2SO4
● Berupa cairan higroskopis, berminyak,
tak berwarna, dan tak berbau
● Massa molar 98,08 g/mol
● Densitas 1,84 g/cm3
● Titik lebur 10 °C
● Titik didih 337 °C
● Merupakan asam kuat
● Asam sulfat terbentuk secara alami
melalui oksidasi mineral sulfida
● Fungsi: Sebagai pencipta suasana asam
dan untuk mengikat air yang akan
dipanaskan supaya menguap
(Dewangga, 2016)
6.
Timah (II) Klorida
● Rumus molekul SnCl2
● Berupa padatan kristal putih
● Massa molar 189,6 g/mol
● Densitas 3,95 g/cm3
● Titik lebur 247oC
● Titik didih 623oC
● Terhidrolisis dalam air panas
● Larut dalam aseton
● Fungsi : Sebagai pereduksi
(Dewangga, 2016)
7.
Merkuri (II) Klorida
● Rumus molekul
HgCl2
● Berupa padatan
putih
● Massa molar 271,52
g/mol
● Densitas 5,43 g/cm3
● Titik lebur
276oC
● Titik didih
304oC
● Larut dalam
alkohol dan aseton
● Sedikit larut
dalam benzena
● Fungsi : Untuk
mengoksidasi kelebihan SnCl2
(Dewangga, 2016)
8. Asam Nitrat
● Rumus molekul
HNO3
● Cairan bening
tidak berwarna
● Densitas 1,51
g/cm3
● Massa molar
63,012 g/mol
● Titik didih
120,5oC
● Asam nitrat
merupakan asam kuat
● Di dalam air, asam nitrat terdisosiasi menjadi
ion-ionnya, yaitu NO3- dan
H3O+
● Fungsi: Sebagai
oksidator
(Dewangga,2016)
9. Kalium Permanganat
● Rumus molekul
KMnO4
● Berupa padatan
berwarna ungu gelap
● Massa molar
158,034 g/mol
● Densitas 2,703
g/cm3
● Titik lebur
240oC
● Terurai dalam
alkohol
● Terurai dalam
pelarut organik
● Fungsi :
Sebagai larutan standar sekunder
(Dewangga, 2016)
10. Aquadest
● Rumus molekul
H2O
● Berupa cairan
tidak berwarna
● Massa molar 18.0153
g/mol
● Densitas 0.998
g/cm³
● Titik lebur 0oC
● Titik didih
1000C
● Tersusun atas
dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom
oksigen
● Fungsi: Sebagai
zat pelarut
(Dewangga, 2016)
11. Indikator Fluorescein
● Rumus molekul
C20H12O5
● Berupa serbuk orange
kemerahan
● Massa molar
332,31 g/mol
● Densitas 1,602
g/cm3
● Titik lebur
316oC
● Sedikit larut
dalam air
● Sedikit larut
dalam alkohol
● Fungsi :
Sebagai indikator
(Dewangga, 2016)
12. Ferri Ammonium Sulfat
● Rumus molekul FeNH4(SO4)2
● Berupa kristal
berwarna violet
● Massa molar
482,25 g/mol
● Densitas 1,71 g/cm3
● Titik lebur 41oC
● Larut dalam
air
● Fungsi : Sebagai
pereaksi
(Dewangga, 2016)
13.
Ammonium thiocyanate
● Rumus molekul NH4CNS
● Kristal padat higroskopis tidak
berwarna
● Massa molar 76.122g/mol
● Densitas 1.305 g/cm3
● Titik lebur 149.5 °C
● Titik didih 170 °C
● Larut dalam liquid ammonia, alcohol, dan
acetone
● Beracun
● Fungsi: Sebagai titran untuk
menentukan kadar Cl- dengan metode Volhard
(Dewangga, 2016)
14.
Asam Klorida
● Rumus molekul
HCl
● Berupa cairan
tidak berwarna
● Densitas 1,18
g/cm3
● Titik lebur
-27,32oC
● Titik didih
110oC
● Merupakan asam
kuat
● Larut dalam
air
● Fungsi:
Sebagai pereaksi
(Dewangga, 2016)
Kamis, 28 April 2016
Sifat Bahan Iodometri
II.2. Sifat Bahan
1. Aquadest
● Rumus molekul
H2O
● Berupa cairan
tidak berwarna
● Massa molar 18.0153
g/mol
● Densitas 0.998
g/cm³
● Titik lebur 0oC
● Titik didih
1000C
● Tersusun atas
dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom
oksigen
● Fungsi: Sebagai
zat pelarut
2. Asam Klorida
● Rumus molekul
HCl
● Berupa cairan
tidak berwarna
● Densitas 1,18
g/cm3
● Titik lebur
-27,32oC
● Titik didih
110oC
● Merupakan asam
kuat
● Larut dalam
air
● Fungsi: Sebagai
pereaksi dan untuk mengasamkan atau menurunkan kebasaan
larutan
3. Kalium Iodida
● Rumus molekul
KI
● Berupa padatan
kristal putih
● Massa molar
166,0028 g/mol
● Densitas 3.123
g/cm3
● Titik lebur
681oC
● Titik didih
1330oC
● Larut dalam
air dan aseton
● Sedikit larut
dalam amonia
● Fungsi: Untuk
memperbesar kelarutan I2 yang sukar larut dalam air dan untuk
mereduksi analit sehingga bisa dijadikan
standarisasi
4. Indikator Amilum
● Rumus molekul (C6H10O5)n
● Berupa bubuk
putih
● Densitas: 1,5
gr/ml
● Tidak berasa dan tidak berbau
● Tidak larut
dalam air
● Merupakan
karbohidrat kompleks
● Fungsi :
sebagai indikator asam basa
5. Natrium Tiosulfat
● Rumus molekul
Na2S2O3
● Berupa kristal
putih
● Tidak berbau
● Densitas 1,667
g/cm3
● Titik lebur
48,3oC
● Titik didih
100oC
● Merupakan suatu
bahan kristal monoklinik
● Fungsi:
Sebagau larutan baku sekunder
6. Kalium Dikromat
● Rumus molekul
K2Cr2O7
● Berupa padatan
kristal berwarna jingga
● Massa molar 294,185
g/mol
● Densitas 2.676
g/cm3
● Titik lebur 398oC
● Titik didih 500oC
● Merupakan agen
pengoksidasi dalam kimia organik
● Tidak larut
dalam alkohol
● Fungsi : Sebagai
larutan standar primer dan untuk menentukan kadar Cu2+
7. Ammonium Hidroksida
● Rumus molekul
NH4OH
● Berupa cairan
tidak berwarna
● Massa molar 35.04
g/mol
● Densitas 0.91
g/cm3
● Titik lebur −57.5
°C
● Titik didih 27
°C
● Merupakan basa
kuat
● Fungsi: Untuk
menurunkan kadar keasaman dan membasakan suatu larutan
8. Asam Sulfat
● Rumus molekul H2SO4
● Berupa cairan higroskopis, berminyak,
tak berwarna, dan tak berbau
● Massa molar 98,08 g/mol
● Densitas 1,84 g/cm3
● Titik lebur 10 °C
● Titik didih 337 °C
● Merupakan asam kuat
● Asam sulfat terbentuk secara alami
melalui oksidasi mineral sulfida
● Fungsi: Untuk
mengasamkan dan menurunkan kebasaan suatu larutan
Senin, 25 April 2016
Sifat Bahan Koloid
Sifat bahan
A. Minyak Goreng
Sifat fisik:
1. Memiliki bau amis
2. Titik didih meningkat seiring bertambahnya rantai karbon
3. Berupa cairan berwarna kuning
4. Densitas o,8 g/cm3
Sifat kimia:
1. Tidak larut dalam air
2. Pada reaksi hidrolisa, minyak akan diubah menjadi asam-asam lemak bebas dan gliserol
3. Reaksi oksidasi dapat berlangsung bila terjadi kontak antara sejumlah oksigen pada minyak atau lemak.
B. Deterjen
Sifat fisik:
1. Rumus molekul C18H19NaO3S
2. Massa molar340-352 g/mol
3. Berupa bubuk berwarna putih atau kuning terang
4. Densitas 0,18g/ml
5. Memiliki pH 7-10,5
Sifat kimia:
1. Nama IUPAC, sodium dedocyl benzene sulphonate
2. Larut dalam air
3. Tidak mudah teroksidasi
C. Benzena
Sifat fisik:
1. Rumus molekul C6H6
2. Berupa cairan tidak berwarna
3. Massa molar 78,1121 g/mol
4. Densitas 0,8786 g/ml
5. Titik lebur 5,5 C
6. Titik didih 80,1 C
Sifat kimia:
1. Mudah terbakar
2. Memiliki bilangan oktan tinggi
3. Benzena merupakan salah satu jenis hidrokarbon aromatik siklik dengan ikatan pi yang tetap
D. Aquadest
Sifat fisik:
1. Rumus molekul H2O
2. Berupa cairan tidak berwarna
3. Massa molar 18,0153 g/mol
4. Densitas 0,998 g/cm3
5. Titik lebur 0 C
6. Titik didih 100 C
Sifar kimia:
1. Tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen
2. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat dibawah tekanan dan temperatur standar.
3. Merupakan pelarut universal.
A. Minyak Goreng
Sifat fisik:
1. Memiliki bau amis
2. Titik didih meningkat seiring bertambahnya rantai karbon
3. Berupa cairan berwarna kuning
4. Densitas o,8 g/cm3
Sifat kimia:
1. Tidak larut dalam air
2. Pada reaksi hidrolisa, minyak akan diubah menjadi asam-asam lemak bebas dan gliserol
3. Reaksi oksidasi dapat berlangsung bila terjadi kontak antara sejumlah oksigen pada minyak atau lemak.
B. Deterjen
Sifat fisik:
1. Rumus molekul C18H19NaO3S
2. Massa molar340-352 g/mol
3. Berupa bubuk berwarna putih atau kuning terang
4. Densitas 0,18g/ml
5. Memiliki pH 7-10,5
Sifat kimia:
1. Nama IUPAC, sodium dedocyl benzene sulphonate
2. Larut dalam air
3. Tidak mudah teroksidasi
C. Benzena
Sifat fisik:
1. Rumus molekul C6H6
2. Berupa cairan tidak berwarna
3. Massa molar 78,1121 g/mol
4. Densitas 0,8786 g/ml
5. Titik lebur 5,5 C
6. Titik didih 80,1 C
Sifat kimia:
1. Mudah terbakar
2. Memiliki bilangan oktan tinggi
3. Benzena merupakan salah satu jenis hidrokarbon aromatik siklik dengan ikatan pi yang tetap
D. Aquadest
Sifat fisik:
1. Rumus molekul H2O
2. Berupa cairan tidak berwarna
3. Massa molar 18,0153 g/mol
4. Densitas 0,998 g/cm3
5. Titik lebur 0 C
6. Titik didih 100 C
Sifar kimia:
1. Tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen
2. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat dibawah tekanan dan temperatur standar.
3. Merupakan pelarut universal.
Kamis, 21 April 2016
Sifat Bahan Asidi-alkalimetri
1. Indikator PP
● Rumus molekul C20H14O4
● Berupa serbut
putih
● Massa molar 318.32
g/mol
● Densitas 1,277
g/cm3
● Mudah larut
dalam air
● Tidak larut
dalam benzena
● Sangat mudah
larut dalam etanol dan eter
● Fungsi : Sebagai
indikator untuk proses titrasi (Dewangga, 2016)
2. Indikator Metil Orange
● Rumus molekul C14H14N3NaO3S
● Berupa padatan
● Massa molar 327.33
g/mol
● Densitas 1,28
g/cm3
● Titik lebur
>300oC
● Metil jingga
memiliki pHa 3,47 dalam air pada 25 °C (77 °F)
● Dalam larutan
yang agak asam, metil jingga berubah dari merah menjadi jingga
dan akhirnya menjadi kuning
● Fungsi : Sebagai
indikator untuk proses titrasi (Dewangga, 2016)
3. Asam Klorida
● Rumus molekul
HCl
● Berupa cairan
tidak berwarna
● Densitas 1,18
g/cm3
● Titik lebur
-27,32oC
● Titik didih
110oC
● Merupakan asam
kuat
● Larut dalam
air
● Fungsi:
Sebagai pereaksi untuk proses titrasi (Dewangga, 2016)
4. Natrium Hidroksida
● Rumus molekul
NaOH
● Berupa zat
padat putih
● Massa molar 39,9971
g/mol
● Densitas 2,1
g/cm³
● Titik lebur 318
°C
● Titik didih 1390
°C
● Merupakan basa
kuat
● Natrium
hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke
dalam air
● Fungsi:
Sebagai reagen dan sebagai pereaksi untuk proses titrasi (Dewangga,
2016)
5. Na Boraks
● Rumus molekul Na2B4O7·10H2O
● Berupa padatan
putih
● Massa molar 381.37
g/mol
● Densitas 1.73
g/cm³
● Titik lebur 743
°C
● Titik didih 1575
°C
● Bersifat antiseptik
● Larut dalam air
● Tidak larut dalam eter
● Fungsi : Sebagai reagen (Dewangga,
2016)
6. Natrium Karbonat
● Rumus molekul Na2CO3
● Berupa padatan
putih
● Massa molar 105,99
g/mol
● Densitas 2,54
g/cm3
● Titik lebur 852oC
● Tidak larut
dalam etanol dan aseton
● Larut dalam
gliserol
● Fungsi :
Sebagai reagen (Dewangga, 2016)
7. Kalsium Karbonat
● Rumus molekul
CaCO3
● Berupa serbu
putih halus
● Massa molar 100.0869
g/mol
● Densitas 2.711
g/cm3
● Titik lebur 825
°C
● Larut dalam
air
● Bereaksi
dengan asam , melepaskan karbon dioksida
● Fungsi :
Sebagai pereaksi (Dewangga, 2016)
8. Aquadest
● Rumus molekul
H2O
● Berupa cairan
tidak berwarna
● Massa molar 18.0153
g/mol
● Densitas 0.998
g/cm³
● Titik lebur 0oC
● Titik didih
1000C
● Tersusun atas
dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom
oksigen
● Fungsi: Sebagai
zat pelarut (Dewangga, 2016)
Selasa, 19 April 2016
Sifat Bahan Kimia
Sifat Bahan
1. Asam Klorida
● Rumus molekul HCl
● Berupa cairan tidak berwarna
● Densitas 1,18 g/cm3
● Titik lebur -27,32oC
● Titik didih 110oC
● Merupakan asam kuat
● Larut dalam air
● Merupakan asam monoprotik, yang berarti bahwa ia dapat
terdisosiasi melepaskan satu H+ hanya sekali
2. Aquades
● Rumus molekul H2O
● Berupa cairan tidak berwarna
● Massa molar 18.0153 g/mol
● Densitas 0.998 g/cm³
● Titik lebur 0oC
● Titik didih 1000C
● Tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara
kovalen pada satu atom
oksigen
● Merupakan pelarut universal karena air melarutkan
banyak zat kimia
●Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar
3. Asam Sulfat
● Rumus molekul H2SO4
● Berupa cairan higroskopis, berminyak, tak
berwarna, dan tak berbau
● Massa molar 98,08 g/mol
● Densitas 1,84 g/cm3
● Titik lebur 10 °C
● Titik didih 337 °C
● Merupakan asam kuat
● Asam sulfat terbentuk secara alami
melalui oksidasi mineral sulfida
4. Fenolftalein
● Rumus molekul C20H14O4
● Berupa serbuk putih
● Massa molar 318.32 g/mol
● Densitas 1,277 g/cm3
● Mudah larut dalam air
● Tidak larut dalam benzena
● Sangat mudah larut dalam etanol dan eter
5. Etil Asetat
● Rumus molekul C4H8O2
● Berupa cairan tidak berwarna
● Beraroma seperti buah
● Densitas 0,902 g/cm3
● Larut dalam etanol dan benzena
● Etil asetat dapat dihidrolisis pada
keadaan asam atau basa menghasilkan asam asetat dan etanol kembali
● Larut dalam aseton
6. Asam Asetat
● Rumus molekul CH3COOH
● Berupa cairan tidak berwarna
● Massa molar 60.05 g/mol
● Densitas 1,049 g/cm3
● Titik lebur 289 sampai 290 K
● Titik didih 391 sampai 392 K
● Larut dalam air
7. Natrium Hidroksida
● Rumus molekul NaOH
● Berupa zat padat putih
● Massa molar 39,9971 g/mol
● Densitas 2,1 g/cm³
● Titik lebur 318 °C
● Titik didih 1390 °C
● Natrium hidroksida membentuk larutan
alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke
dalam air
● Merupakan basa kuat
Langganan:
Postingan (Atom)